Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaSirah NabawiyahBukti Tak Terbantahkan Kenabian Rasulullah Muhammad SAW: Pertemuan Mengejutkan di Gurun Pasir

Bukti Tak Terbantahkan Kenabian Rasulullah Muhammad SAW: Pertemuan Mengejutkan di Gurun Pasir

Bukti tak terbantahkan kenabian Rasulullah Muhammad SAW muncul di tengah Gurun Pasir Syam. Temukan rahasia di balik pertemuan dengan pendeta bijak Buhaira yang menggugah hati dan menegaskan misi kenabiannya.

Pada suatu perjalanan dagang yang tampak biasa, ketika usia Rasulullah Muhammad SAW baru menginjak dua belas tahun, tak seorang pun menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan salah satu momen paling penting dalam sejarah manusia. Bersama pamannya, Abu Thalib, Muhammad pergi ke Syam, sebuah daerah yang saat itu berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi.

Perjalanan mereka membawa mereka ke gurun pasir yang tak berpenghuni, tepatnya di gunung pasir sambungan Jabal Hauran. Di sana, terdapat tempat bertapa yang dikelilingi oleh puncak-puncak pasir yang menakjubkan. Itulah saat ketika mereka bertemu dengan seorang pendeta bijak yang disebut Buhaira, atau dalam beberapa keterangan lain, dikenal sebagai Jurjis.

Pendeta ini terpesona oleh pemandangan yang luar biasa. Awan putih yang terlihat seakan-akan mengikuti kafilah mereka yang berjalan beriringan di bawah matahari terik. Ketika mereka berhenti di kaki gunung pasir untuk beristirahat, awan putih itu juga berhenti. Itu adalah pertanda alam yang tak lazim.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah saat pendeta bijak ini melihat Muhammad SAW duduk di bawah pohon yang menjulang tinggi, daun-daunnya seperti melindungi seorang anak. Buhaira merasa bahwa ada sesuatu yang luar biasa tentang anak ini dan bahwa dia memiliki tanda-tanda kenabian.

Buhaira pun turun dari gunung pasir dan menyambut mereka dengan baik. Dia mengamati Muhammad dengan cermat selama jamuan makan mereka. Namun, Muhammad tidak memenuhi ekspektasinya yang sesuai dengan kitab-kitabnya. Mereka berbincang tentang rumah, keluarga, dan impian Muhammad.

Pada akhir pertemuan mereka, Buhaira yang penasaran mencoba menguji apakah Muhammad adalah nabi yang dijanjikan dalam kitab suci. Dia bersumpah demi berhala Lata dan Uzza, namun, Muhammad dengan tegas menegaskan tauhid dan menolak berbai’at kepada berhala. Buhaira terkesan oleh keteguhan Muhammad dan mendekatinya lebih jauh.

Ketika Muhammad berdiri, kerah jubahnya tersingkap, dan Buhaira melihat tanda kenabian di pundaknya sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab suci yang dia baca. Dia yakin bahwa Muhammad adalah nabi yang ditunggu-tunggu.

Buhaira dengan cepat memberitahu Abu Thalib tentang penemuannya. Abu Thalib yang bijaksana mempercayai pendeta itu dan menyadari bahwa perlindungan segera diperlukan untuk Muhammad. Mereka menyembunyikannya dari orang-orang Yahudi yang ingin mencelakakannya.

Ini adalah salah satu momen paling bersejarah dalam kehidupan Rasulullah Muhammad SAW yang membuktikan kenabiannya dan bahwa dia adalah nabi terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia. Peristiwa ini memancarkan sinar kebenaran yang tak terbantahkan dalam perjalanan kenabian. Dalam masa kegelapan jahiliyah, Rasulullah menjadi cahaya yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam.

Redaksi
Redaksihttp://sirah.or.id
Mengenal islam lebih dekat
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular